MANAJEMEN KESISWAAN DALAM PENDIDIKAN INKLUSI

Menjadi tidak kalah pentingnya dalam melaksanakan pendidikan inklusi adalah manajemen kesiswaan. Manajemen kesiswaan merupakan salah satu komponen pendidikan inklusif yang perlu mendapat perhatian dan pengelolaan lebih. Hal ini dikarenakan kondisi peserta didik pada pendidikan inklusif yang lebih majemuk daripada kondisi peserta didik pada pendidikan reguler. Tujuan dari manajemen kesiswaan ini tidak lain agar kegiatan belajar mengajar di sekolah dapat berjalan lancar, tertib, dan teratur, serta mencapai tujuan yang diinginkan. Yang harus diperhatikan dalam komponen ini antara lain:

a. Harus dipertimbangkan apakah anak tersebut siap untuk belajar dalam kelompok ( kecil atau besar, tergantung masing-masing sekolah ) dan kesiapan anak mengikuti rutinitas di sekolah ( upacara, olahraga, dll )
b. Kemampuan kognitif anak, seperti tingkatan fungsi kognisi verbal atau non-verbal.
c. Kemampuan dan bahasa dan komunikasi anak, meliputi tingkatan pemahaman bahasa (lisan >< tertulis), serta tingkatan kemampuan berkomunikasi.
d. Kemampuan akademis, meliputi pemahaman konsep bahasa, matematika, dan kebutuhan akan bantuan dari orang lain.
e. Perilaku anak di kelas, seperti kesanggupan mengikuti proses belajar mengajar di kelas, kesanggupan mengerjakan tugas secara mandiri, dan kesanggupan untuk menyesuaikandiri dengan transisi atau perubahan di dalam kelas.

Sumber :
Dapa, Aldjon. Dkk. 2007. Manajemen Pendidikan Inklusif. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Direktorat Ketenagaan.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: